Courtesy by Facebook
FISIP UNS
Universitas
Sebelas Maret, sebagai salah satu universitas yang menyelengarakan penerimaan
mahasiswa baru tiap tahunnya. Sebagai awal penerimaan mahasiswa baru (Maba),
Universitas Sebelas Maret melakukan berbagai kegiatan salah satunya orientasi
mahasiswa baru (OSMARU) sebagai bentuk pengenalan terhadap lingkungan kampus.
OSMARU menurut
Tri Puji Kurniasih dianggap belum cukup sebagai media pengenalan mahasiswa baru
terhadap lingkungan kampus. Mahasiswi Pendidikan Sejarah UNS ini juga
menambahkan hal ini disebabkan OSMARU hanya sebagai pengenalan awal saja, sehingga
membutuhkan kegiatan lagi. Senada dengan Septi Amtiningsih (19), OSMARU dianggap
belum mampu menadahi seluruh proses adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa
baru. Karena terkadang masih ada informasi-informasi yang masih belum dapat tersampaikan
kepada mahasiswa baru baik dalam teknik penyampaiannya maupun faktor dari maba
itu sendiri.
Dalam
mempermudah adaptasi, beberapa mahasiswa juga mengikuti beberapa organisasi
kampus, baik unit kegiatan mahasiswa (UKM) kampus, maupun ukm fakultas. Ditemui
di tempat berbeda, Candraruna Taramegha jurusan D3 Advertising menguraikan bahwa UKM sebagai tempat bertemu dan
bersosialisasi terhadap teman yang masuk dijurusan berbeda. “Aku
kan D3, jadi ya kalau kuliah ga ketemu sama mereka, kita ketemunya di UKM KINE”.
Selain itu, UKM selalu membuka open recruitment bagi mahasiswa tiap ahunnya
baik bagi mahasiswa baru maupun bagi mahasiswa yang sudah lama. Sehingga tidak
ada batasan dalam mengikuti UKM
yang ada.
Lingkungan
sangat mepengaruhi dalam kehidupan, lingkungan yang nyaman dapat dapat
mempengaruhi passion dalam
mengerjakan sesuatu. Sehingga sebagai maba harus dapat menyatu dalam lingkungan
sehinga ia nyaman dan meningkatkan passion
dalam intensitas belajar. Riana Resti S, seorang maba jurusan pendidikan guru
sekolah dasar (PGSD) menuturkan bahwa dalam melakukan adaptasi di lingkungan
baru terkadang membutuhkan beberapa strategi. Strategi yang diutamakannya
adalah mengutamakan niat utama mengapa ia ada dikampus. Sedangkan menurut Rudi
Harfianto jurusan pendidikan geografi, lebih memfokuskan beradaptasi dengan
lingkungan mayoritas, tapi tetap jangan meninggalkan budaya kita sendiri. Pada
awalnya memang terasa agak minder, namun lama kelamaan akan terbiasa.
Pentingnya
pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru hendaknya juga didukung oleh
segala unsur dari kalangan civitas akademika sehingga mampu menciptakan dan
melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang berkarakter sesuai nilai dan norma yang
berlaku di masyarakat kampus.

0 comments:
Post a Comment